STUDI EKSEGESIS MAKNA NYANYIAN PENGAJARAN BERDASARKAN MAZMUR 47:6-9 DAN KONTEKSTUALISASI INJIL MELALUI KESENIAN KRINOK DI SUKU BATIN KABUPATEN MUARA BUNGO

Main Article Content

Benihati Buulolo
Teguh Parluhutan
Antonius Gultom

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini dengan adanya kesenian Krinok yang memiliki kesamaan dengan  makna pengajaran berdasarkan Mazmur 47:6-9 masih sulit mengimplementasikanya di Suku Batin. Pada hal makna tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan kabar baik di Suku Batin, namun makna tersebut belum dipahami dan sulit untuk mengkonteks tualisasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pengajaran berdasarkan Mazmur 47:6-9, dan untuk mengetahui cara mengkontekstualisasikan makna pengajaran berdasarkan Mazmur 47:6-9 di Suku Batin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriftif dengan studi eksegesa, menggunakan populasi dan sampel masyarakat Suku Batin yang bersedia memberikan tanggapanya mengenai Suku Batin. Teknik pengupulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Krinok dapat di gunakan untuk menyampaikan kabar baik sehingga masyarakat menjadi lebih baik, dan dapat menuntun mereka untuk mengenal Yesus Kristus. Sedangkan cara untuk mengkontekstualisasikanya dengan cara ikut, secara aktif dalam melestarikan budaya Krinok melalui Lek Gedang, Bersela Gedang (acara pesta menanam padi atau memanen padi) melakukan kegiatan dengan mengarang lagu yang bersifat pengajaran yang membawa kabar baik yang akan dinyanyikan dalam Pesta Lek Gedang, Bersela Gedang serta ikut mengambil bagian untuk bersedekah membantu dana yang digunakan untuk menyelenggarakan acara Lek Gedang, Bersela Gedang di tengah-tengah Suku Batin.


Keywords: Nyanyian Pengajaran, Kontekstual, Krinok, Suku Batin


 

Article Details

Section
Articles