STUDY EKSEGESIS MAKNA GARAM DAN TERANG DUNIA BERDASARKAN MATIUS 5:13-16, SERTA KONTEKSTUALISASINYA DI SUKU ENIM, SUMATERA SELATAN
Main Article Content
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini dengan adanya selogan serasan sekundang yang memiliki makna serasa sepenanggungan namun belum dilakukan dengan maksimal oleh masyarkat suku Enim pada hal makna tersebut ada di dalam Alkitab yang tertulis dalam Mateus 5:13-16 (garam dan terang dunia), namun makna tersebut belum dipahami dan sulit untuk mengkontektualisasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna garam dan terang dunia berdasarkan Matius 5:13-16 dan untuk mengetahui cara mengkontekstualisasikan makna garam dan terang dunia berdasarkan Matius 5:13-16 di Suku Enim. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriftif dengan studi eksegesa, menggunakan populasi dan sampel masyarakat Suku Enim yang bersedia memberikan tanggapannya mengenai suku enim. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data, dan vaerifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna garam dapat memberi rasa atau pengaruh yang baik, dapat mempertahankan apa yang sudah baik, dan juga dapat mengembangkan yang baik menjadi lebih baik bagi masyarakat dan makna terang dapat menjadi contoh dan teladan yang mencolok bagi masyarakat dan juga dapat menuntun orang lain kepada keselamatan melalui Yesus Kristus.Sedangkan cara untuk mengkontektualisasikannya dengan cara ikut secara aktif dalam melestarikan budaya gotongroyong, melakukan tradisi bahebas (acara pernikahan), melakukan kegiatan berbagi sedekah bagi masyarakat yang kurang mampu (kontribusi secara dana maupun tenaga) dan melestarikan budaya tatakerama yang baik di tengah-tengah suku Enim.
Keywords: Makna garam, Terang dunia Matius 5:13-16, dan Kontekstualisasi.