STUDY EKSEGESA MAKNA EKOLOGI BERDASARKAN KEJADIAN 1:26-28 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI SUKU MELAYU BANGKA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna ekologi berdasarkan Kejadian 1:26-28 dan implementasinya dalam pemberdayaan masyarakat di Suku Melayu Bangka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksegesis. Populasi penelitian ini meliputi seluruh masyarakat Suku Melayu Bangka di Provinsi Bangka Belitung, dengan sampel sebanyak 19 individu yang dipilih melalui teknik probability sampling dan Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dan dianalisis menggunakan proses eksegesa, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa study eksegesa makna ekologi berdasarkan Kejadian 1:26-28 dan implementasinya dalam pemberdayaan masyarakat di Suku Melayu Bangka, merupakan panggilan ilahi bagi manusia untuk mengelola, merawat, dan memelihara bumi yang berkelanjutan melalui keturunan dengan tanggung jawab sebagai wakil Allah, bukan sebagai penguasa yang mengeksploitasi. Implementasi diwujudkan melalui berbagai pendekatan kontekstual yang mengintegrasikan iman, budaya, dan aksi nyata yaitu: kesadaran akan Allah sebagai Pencipta, peran manusia sebagai wakil Allah, mandat beranak cucu serta menguasai dan memelihara alam semesta.