METODE PENGAJARAN PAULUS BERDASARKAN KISAH PARA RASUL 19:8-10 DAN KONTEKSTUALISASI INJIL DI SUKU KIKIM DESA DATAR SERDANG KABUPATEN LAHAT
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkontekstualisasikan metode pengajaran Paulus berdasarkan Kisah Para Rasul 19:8-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran yang digunakan sama halnya dengan metode pengajaran yang dilakukan oleh Rasul Paulus (mengunjungi, mengajar, memberitakan dan berbicara). Sedangkan untuk mengkontekstualisasikannya dengan cara mengumpulkan anak-anak, remaja, pemuda untuk berdiskusi tentang hal-hal pengembangan desa; membangun dan membuka ruang belajar khusus anak-anak yang belum bisa membaca, putus sekolah sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai Sekolah Menengah Umum (SMU) mulai dari hal yang kecil terutama dalam hal menanamkan nilai-nilai kebenaran; membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda yang menganggur, dengan cara menanamkan modal kepada mereka dan membuat sosialisasi kepada guru-guru yang ada di sekolah dengan tujuan membantu anak-anak sekolah mengubah cara pandang yang buruk terhadap lingkungan. Dengan adanya perencanaan ini, peneliti berharap supaya mulai dari perubahan karakter anak-anak yang dibimbing, masyarakat suku Kikim dapat melihat cahaya Injil.