Dampak Kegerakan Band Rohani pada Era 90-an Terhadap Perkembangan Musik Pujian dan Penyembahan di Indonesia
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji dampak kebangunan rohani era 1990-an terhadap transformasi musik pujian dan penyembahan kontemporer di gereja-gereja Indonesia, dengan fokus pada pergeseran dari liturgi formal yang berpusat pada himne menuju bentuk ibadah yang lebih ekspresif dan partisipatif. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menggabungkan studi pustaka, observasi fenomenologis, analisis konten digital, serta wawancara dengan musisi rohani, pemimpin gereja, dan jemaat, dengan JKI Api Injil Bali sebagai sampel lapangan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa band rohani yang aktif pada era 1990-an, seperti True Worshippers dan Giving My Best, berperan sebagai agen pembaruan gereja dengan menggeser posisi musik dari sekadar pelengkap liturgi menjadi medium utama perjumpaan spiritual, mempererat kesatuan lintas denominasi, serta mendorong gereja-gereja lokal mengembangkan pelayanan musiknya sendiri. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan teologis yang menyertai transformasi tersebut, antara lain ketegangan antara tradisi dan inovasi, risiko musik ibadah bergeser menjadi hiburan, serta konsumerisme rohani di era digital, yang menuntut kepekaan teologis berkelanjutan berlandaskan prinsip penyembahan yang berpusat pada Allah. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan teologi ibadah kontekstual di Indonesia sekaligus menjadi panduan praktis bagi gereja dalam merancang ibadah yang tetap autentik, kontekstual, dan berakar pada kebenaran Alkitab.